Oleh: Miftahul Habib F/Pendidikan Sejarah 2011
Ketua DPM KM FIS UNY 2014
Sudah
menjadi rahasia umum bahwa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) merupakan wadah atau
sarana bagi mahasiswa untuk berkegiatan dan berkrativitas. Akan tetapi
terkadang mahasiswa yang berkegiatan di ormawa melupakan esensi dari ormawa itu
sendiri. Belakangan malah banyak mahasiswa yang terjebak sehingga mengubah
orientasi ormawa menjadi semacam event
organizer. Dalam hal ini penting bagi kita untuk memahami esensi dari
ormawa agar tidak terjebak dalam disorientasi tersebut.
Ormawa
seharusnya menjadi episentrum dinamika mahasiswa. Dalam konteks ormawa FIS,
sudah seharusnya dinamika mahasiswa FIS berpusat di ormawa. Namun kadangkala
idealitas berseberangan dengan realitas. Kondisi ini yang perlu menjadi perhatian
kita bersama sebagai pengurus ormawa. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah,
dinamika seperti apa yang diciptakan oleh ormawa FIS? Hemat saya dinamika
mahasiswa harus sejalan dengan visi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu,
Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian
Masyarakat. Pelaksanaan visi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut tentunya
harus disesuaikan dengan kultur Kampus Merah FIS.
Pertama dalam
bidang Pendidikan dan Pengajaran. Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha
memanusiakan manusia. Manusia yang seperti apa? Dalam hal ini kita harus
melihat asas ormawa FIS yaitu Pancasila. Itu artinya ormawa FIS harus mampu
berperan dalam upaya mewujudkan mahasiswa yang berjiwa Pancasila dengan mengedepankan
nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Kedua dalam bidang Penelitian dan
Pengembangan, Ormawa FIS harus mampu memantik mahasiswa FIS dalam wacana
pengembangan keilmuan baik yang bersifat akademis maupun non akademis. Dalam
konteks ini peran Ormawa FIS dapat dimaksimalkan dengan menghidupkan budaya
literasi di kalangan mahasiswa FIS. Ketiga
dalam bidang Pengabdian Masyarakat, Ormawa FIS harus mampu mendekatkan diri
dengan realitas yang terjadi di kampus maupun masyarakat umum. Realitas
tersebut utamanya bersifat sosial dan politik non praktis. Disini kepedulian
Ormawa FIS terhadap realitas menjadi poin utamanya.
Dinamika
mahasiswa FIS tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan sistem keluarga yang telah
kita sepakati bersama. Memang tidak ada tafsiran tunggal mengenai sistem
keluarga ini, akan tetapi menurut saya sistem kekeluargaan ini harus
dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip yaitu, trust (saling percaya) antar lembaga, kerja sama yang bersinergi,
serta budaya self-kritik dalam lingkup ormawa FIS.
Pada
akhirnya tulisan ini tidak lebih merupakan pengingat bagi kita agar menjalankan
roda organisasi sesuai dengan asas yang telah kita sepakati bersama. Semoga
tulisan ini mampu menjadi refleksi kita bersama dan menjadikan Ormawa FIS
sebagai episentrum dinamika mahasiswa FIS yang sebenarnya.
i like this,,,,
BalasHapushagahagagagagaahaaggagag...
BalasHapus(h)
BalasHapus