01.19
3


Oleh: Miftahul Habib F/Pendidikan Sejarah 2011
Ketua DPM KM FIS UNY 2014

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) merupakan wadah atau sarana bagi mahasiswa untuk berkegiatan dan berkrativitas. Akan tetapi terkadang mahasiswa yang berkegiatan di ormawa melupakan esensi dari ormawa itu sendiri. Belakangan malah banyak mahasiswa yang terjebak sehingga mengubah orientasi ormawa menjadi semacam event organizer. Dalam hal ini penting bagi kita untuk memahami esensi dari ormawa agar tidak terjebak dalam disorientasi tersebut.
Ormawa seharusnya menjadi episentrum dinamika mahasiswa. Dalam konteks ormawa FIS, sudah seharusnya dinamika mahasiswa FIS berpusat di ormawa. Namun kadangkala idealitas berseberangan dengan realitas. Kondisi ini yang perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai pengurus ormawa. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, dinamika seperti apa yang diciptakan oleh ormawa FIS? Hemat saya dinamika mahasiswa harus sejalan dengan visi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat. Pelaksanaan visi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kultur Kampus Merah FIS.
Pertama dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran. Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha memanusiakan manusia. Manusia yang seperti apa? Dalam hal ini kita harus melihat asas ormawa FIS yaitu Pancasila. Itu artinya ormawa FIS harus mampu berperan dalam upaya mewujudkan mahasiswa yang berjiwa Pancasila dengan mengedepankan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Kedua dalam bidang Penelitian dan Pengembangan, Ormawa FIS harus mampu memantik mahasiswa FIS dalam wacana pengembangan keilmuan baik yang bersifat akademis maupun non akademis. Dalam konteks ini peran Ormawa FIS dapat dimaksimalkan dengan menghidupkan budaya literasi di kalangan mahasiswa FIS. Ketiga dalam bidang Pengabdian Masyarakat, Ormawa FIS harus mampu mendekatkan diri dengan realitas yang terjadi di kampus maupun masyarakat umum. Realitas tersebut utamanya bersifat sosial dan politik non praktis. Disini kepedulian Ormawa FIS terhadap realitas menjadi poin utamanya.
Dinamika mahasiswa FIS tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan sistem keluarga yang telah kita sepakati bersama. Memang tidak ada tafsiran tunggal mengenai sistem keluarga ini, akan tetapi menurut saya sistem kekeluargaan ini harus dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip yaitu, trust (saling percaya) antar lembaga, kerja sama yang bersinergi, serta budaya self-kritik  dalam lingkup ormawa FIS.

Pada akhirnya tulisan ini tidak lebih merupakan pengingat bagi kita agar menjalankan roda organisasi sesuai dengan asas yang telah kita sepakati bersama. Semoga tulisan ini mampu menjadi refleksi kita bersama dan menjadikan Ormawa FIS sebagai episentrum dinamika mahasiswa FIS yang sebenarnya.
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

3 komentar: